Potensi Bisnis Kepiting

Kepiting merupakan potensi bisnis dalam bidang perikanan yang perlu mendapat perhatian, karena disamping harganya yang cukup bagus di pasaran lokal, juga memberi peluang untuk pasaran ekspor. Di pasaran dalam negeri pun kepiting masih terbatas pada pasar swalayan di kota-kota besar.

Saat ini suplai kepiting masih mengandalkan hasil tangkapan para pemancing tradisional, kemudian ditampung oleh para pengepul setempat dan seterusnya oleh pengepul tersebut dipasarkan ke pasar-pasar tradisional, swalayan atau ke konsumen langsung.

Soal kualitas yang tidak menentu menjadi kendala yang harus diatasi agar kepiting laku dipasaran dengan harga yang tinggi. Karena mengandalkan tangkapan alam dan tergantung musim maka kualitas kepiting tidak menentu. Persyaratan agar kepiting laku dengan harga yang bagus adalah :

  1. Kepiting yang sudah matang telur (Kriteria ini merupakan kepiting yang mempunyai harga cukup tinggi).
  2. Kepiting gemuk (kriteria ini harganya lebih rendah dibandingkan dengan yang matang telur).

Sejalan dengan hal tersebut diatas, perlulah kiranya diadakan usaha agar kepiting yang dipasarkan mempunyai kriteria yang diinginkan para konsumen.

Salah satu usaha yang paling tepat saat ini adalah usaha budidaya penggemukan kepiting. Masa yang diperlukan untuk budidaya ini cukup 1- 3 minggu sudah bisa dipanen dengan cara selektif.

METODE BUDIDAYA

Metode budidaya kepiting ada beberapa cara diantaranya adalah :

  • Dengan sistem hamparan tambak (Gambar 1), ukuran antara 5000 m2. Pada penebaran 5 ekor/m3, namun untuk mencari bibit yang jumlahnya sampai ribuan sekaligus tidak mungkin. Umumnya penebaran bibit dilakukan secara bertahap dan cara memanennyapun secara selektif pula.
  • Dengan sistem karamba bamboo (Gambar 2). Ukuran panjang 2,5 m, lebar 2 m dan tinggi 1,75 m. Padat penebaran 25 – 30 ekor/m3. Karamba ini dipasang pada saluran sungai yang tidak terlalu deras, misalnya di muara. Pemasangan dilakukan sehingga 1/4 bagian tidak terendam air.

TEKNIK BUDIDAYA

1. Pemilihan Lokasi
Seperti halnya pada usaha budidaya perikanan yang lain, pada usaha budidaya kepiting ini juga memerlukan persyaratan lokasi yang harus dipenuhi. Hal ini agar dapat mencapai keberhasilan yang diimpikan. Persyaratan lokasi budidaya kepiting antara lain :

  • Aliran sungai yang tidak deras
  • Banyak ditumbuhi pohon bakau atau api-api
  • Kedalaman tidak lebih dari 75 cm
  • Sumber air tersedia sepanjang tahun
  • Kadar garam antara 15 – 30 ‰
  • Suhu bervariasi antara 24 – 32oC
  • pH antara 7,0 – 8,5
  • Air tidak tercemar limbah racun

2. Cara Memperoleh Bibit
Keberhasilan suatu budidaya perikanan disamping ditunjang teknik budidaya yang handal, tersedianya bibit juga sangat menentukan. Untuk usaha budidaya penggemukan kepiting ada cara untuk memperoleh bibit yaitu : Para pemancing menjual kepada pedagang pengumpul, yang kemudian oleh pedagang pengumpul diseleksi sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan, untuk ukuran konsumsi langsung dijual kepada petani pembudidaya. Biasanya ukuran bibit kepiting bervariasi antara 100 – 200 gr.

3. Pemberian Pakan
Kepiting termasuk hewan Carnivora (pemakan daging). Bahan pakan untuk kepiting mudah didapat. Pakan kepiting berupa ikan rucah, siput, wideng. Pemberian pakan dilakukan 2 – 3 kali sehari, yaitu : pagi, sore dan malam hari. Adapun dosis pemberian pakan antara 5 – 15% dari perkiraan berat badan kepiting yang dipelihara.

4. Pemanenan
Masa pemeliharaan penggemukan kepiting relatif singkat atau juga tergantung dari awal penebaran bibit. Untuk bibit ukuran 100 gram dalam masa pemeliharaan 1,5 – 2 bulan sudah bisa mencapai ukuran konsumsi (3 – 4 ekor/kg). Namun apabila awal sudah mempunyai berat lebih dari 200 gram, maka masa pemeliharaan bisa lebih singkat. Petani memanen kepiting dilakukan secara selektif yaitu dengan cara memancing dan memisahkannya antara kepiting yang gemuk dan matang telur. Kepiting yang sedang matang telur mempunyai harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Kemudian kepiting diikat kakinya dengan tali raffia atau karet kemudian dimasukkan ke dalam keranjang.

5. Pemasaran
Berbicara pemasaran kepiting konsumsi selama ini belum ada kendala karena permintaan pasar lokal saja cukup tinggi, belum lagi untuk pasar ekspor yang harganya cukup menggiurkan. Jadi potensi income dari bisnis kepiting ini cukup menjanjikan. Silahkan sharing melalui comment dibawah ini soal pasar, kerjasama dan lain-lain semoga manfaat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s